Doa Penetapan Ketua Umum APTPI

Assalamu’alaikum wr. Wb Yang saya hormati Kepala Pustekom, Bp./ibu pengurus Asosiasi Pengembang Teknologi Pembelajaran Indonesia baik pusat maupun wilayah, serta Bp./ibu yang hadir di ruangan ini. Ijinkan saya memandu doa dengan cara agama islam, bagi penganut agama selain islam mohon menyesuaikan diri. ‘Audzubilahiminasyaitonirojim… Bismillahirohmanirohim… Allohuma sholiwasalim ala sayidina Muhammadin wa’ala alihi Muhammad Alhamdulillahirobil alamin… Segala…

Meniti Jalan ke Surga

Pada sore yang sejuk diiringi rintik hujan gerimis, menunggu kabar dari istri tercinta yang tidak kunjung datang. Smartphone seolah ikut merasakan sejuknya udara di sore hari sehingga ikut malas untuk berdering. Tidak kuat menanggung rasa akhirnya saya angkat smartphone yang softcasenya sudah lusuh. Dari daftar kontak langsung saya perintahkan smartphone untuk menghubungi istri saya yang…

Kasus Prita Mulyasari

Teman-teman Bloger pasti sudah tahu kasus yang menimpa seorang ibu rumah tangga yaitu Ibu Prita Mulyasari, gara-gara emailnya dia ditahan kepolisian dan sekarang menghadapi tuntutan pidana dari rumah sakit bertaraf internasional RS. OMNI. Dari kasus ini bagaimana menurut pendapat para bloger ? Ada apa dibalik semua ini ? apakah ada uang dibalik batu? sehingga pihak…

Lempung dikathoki

empung dikatho’i dalam bahasa jawa atau dalam bahasa Indonesia tanah liat/lempung pakai celana. Kalau kita sadar kalimat tersebut mengandung makna yang sangat dalam. Kalimat tersebut saya dengar dari wejangan soeorang kiyai dari Plosorejo, Gondang, Sragen yaitu Abah Syarif Hidayatullah. Saya kenal pertama kali pada tahun 1995 pada awal saya masuk ke kota Solo. Pertama kali saya mengikuti pegajian dan datang ke pondok pesantren Nurul Huda sangat terkesan dengan kesederhanaannya, beliau tidak pernah menampakan atau memakai pakaian layaknya seorang kiyai / ustadz pada umumnya, pergi kemana-mana dengan ciri khasnya pakai kaos oblong tanpa alas kaki alias nyeker, pakai topi laken atau topi koboi, rumah dan tempat sholat serta tempat pengajian terbuat dari gubug kata orang Brebes atau gedheg, sedangkan untuk kamar tidur para santri sudah tembok permanen. Pada waktu saya mengikuti pengajian pertama kali hanya diikuti oleh sekitar 50-75 orang saja, pengajian dilaksanakan rutin setiap Jumat pahing dan Minggu legi sampai sekarang, peserta pengajian sekarang sudah mencapai ribuan orang yang datang dari berbagai kota. Pada saat ini tempat pengajian sudah menggunakan masjid dengan kapasitas kurang lebih 2000 orang. Yang menarik dari pondok Nurul Huda adalah menampung santri-santri yang berasal dari kalangan orang tidak mampu dan biasanya orang-orang bermasalah dalam kehidupan sosialnya.

Abah Syarif dalam setiap tausiahnya selalu mengisi dengan kalimat yang lugas, tegas tanpa ditutup-tutupi dan tidak takut dengan siapapun. Prinsip hidup sederhana dan selalu berusaha berbuat untuk menguntungkan orang lain minimal tidak merugikan orang lain selalu diingatkan dalam tausiahnya.

Biografi

Nama saya Sakroni, terlahir di sebuah kota kecil di pesisir pantai utara di kabupaten paling barat dari propinsi Jawa Tengah yaitu Brebes, anak ragil/bungsu/terakhir dari 8 bersaudara, anak dari sorang petani kecil di desa Buaran. Pendidikan SD yang mestinya saya tempuh 6 tahun menjadi 7 tahun di SD Negeri Buaran I Kec. Jatibarang Kab. Brebes,…